Kerja Keras Adalah Energi Kita

October 18th, 2009

Kerja Keras Adalah Energi Kita adalah kebalikan dari sifat malas. Ia merupakan salah satu kunci dari hidup bahagia dan itu sebabnya mengapa kerja keras sangat dianjurkan dalam Islam (QS Al Ankabut 29:6) sebagai kunci sukses menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (QS Al Ankabut 29:65).

Kerja Keras Adalah Energi Kita Ibrahim Al-Tahawi dalam kitab Al-Iqtisad Al-Islami menegaskan bahwa Al Quran menganggap kemalasan atau membuang-buang waktu melakukan hal yang tidak produktif dan tidak bermanfaat sebagai bukti kurangnya keimanan seseorang.

Al Quran sendiri menyebut kata “amal” atau perbuatan dalam 360 ayat. Dan kata “fi’il” (maknanya kurang lebih sama) disebut dalam 109 ayat yang menunjukkan betapa pentingnya kerja keras sebagai energi kita. Tentu saja yang dimaksud dengan kerja keras adalah energi kita bagi seorang pelajar adalah belajar rajin dan maksimal untuk menjadi yang terbaik. Read the rest of this entry »

Sinabung Meletus Bukan Bencana Nasional

August 31st, 2010

Dini hari tadi, Gunung Sinabung meletus dan mengeluarkan abu vulkanik. Namun menurut Menko Kesra Agung Laksono, peristiwa tersebut bukanlah letusan.

“Bukan letusan, itu semburan asap, makin siang makin berkurang. Jarak pandang sudah lebih baik. Bau belerang sudah banyak berkurang,” kata Agung kepada wartawan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (30/8/2010).

Agung memaparkan, data jumlah pengungsi yang diterima pemerinta mencapai 30 ribu jiwa. Jumlah pengungsi bertambah dikarenakan ada suara gemuruh, semacam gempa bumi.

“(Para pengungsi) diharapkan kembali ke rumah masing-masing, 25 kilometer dari pusat ledakan bisa kembali,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Data Informasi Dan Humas BNPB Triadi Sardono mengungkapkan, saat ini, ada 17 titik pengungsian, di antaranya di Kota Kabanjahe 10 titik, Berastagi dua titik, Bregesi satu titik, Siapang satu titik, Kota Bulu satu titik, Singgamanik dua titik.

Para pengungsi membutuhkan selimut, tenda, obat, susu, dan pembalut wanita. Kebutuhan yang paling mendesak adalah masker, MCK, sabun, dan susu bayi.

“Belum (bencana nasional), itu bencana lokal,” tandas Agung.